Senin, 24 Mei 2021

Berani Menderita Karena Kristus

 

Kisah Para Rasul 21:12-14 (TB) Mendengar itu kami bersama-sama dengan murid-murid di tempat itu meminta, supaya Paulus jangan pergi ke Yerusalem.
Tetapi Paulus menjawab: "Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus."
Karena ia tidak mau menerima nasihat kami, kami menyerah dan berkata: "Jadilah kehendak Tuhan!" 
 
Dalam mengiring Tuhan, setiap kita harus siap menanggung resiko apapun. seringkali kita hanya siap untuk menerima hal baik saja sehingga hanya fokus pada harapan kehidupan yang menyenangkan saja dan lupa bahwa kita juga harus siap memikul salib dan menyangkal diri. Tidak banyak orang Kristen yang secara serius menyiapkan dirinya untuk berani menyangkal diri dan menderita bagi Kristus padahal itulah yang selalu diajarkanNya yang kita dapat cermati dalam kitab suci. Materialisme yang merasuk dalam gereja telah berkamuflase menjadi sebuah teologi, akhirnya menjadikan hidup jemaat menjadi hedonis, menciptakan orang Kristen yang manja, tidak tahan dalam kesulitan, bahkan tidak siap menderita bagi Kristus. sobat, marilah terus menggumuli ajaran Tuhan dalam menyiapkn diri untuk menyangkal diri dan siap memikul salibnya. selamat berjuang

Minggu, 23 Mei 2021

Roh Kudus Menggerakkan

 Kisah Para Rasul 19:2-6 (TB)  Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus."


Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes."
Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus."
Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.
Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.

Selamat Pagi
Seluruh bagian dari kitab Kisah Para Rasul yang membicarakan tentang baptisan Roh Kudus dan Kepenuhan Roh selalu mengaitkan dua hal itu dengan kata kerja. Dalam konteks ini kepenuhan Roh ditandai dengan kemampuan berbahasa lidah yang isinya adalah nubuatan karena kata "dan" dalam kalimat itu berfungsi menerangkan. Jadi isi dari bahasa lidah itu adalah nubuatan, artinya bahasa lidah disini adalah bahasa yang bisa dimengerti oleh sebagian orang sehingga mereka tahu bahwa itu adalah nubuatan. sobat, indikator yang paling nyata dari orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah kerelaan dan komitmen melakukan kehendak Tuhan. selamat hari pentakosta

Sabtu, 22 Mei 2021

Berapologia itu Penting

 Kisah Para Rasul 18:27-28 (TB)  Karena Apolos ingin menyeberang ke Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya maka ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya. 


Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.

Selamat pagi #berapologijugapenting
Berapologia adalah upaya memberikan penjelasan dalam upaya pembelaan terhadap iman Kristen secara sistematis, logis dan alkitabiah. Kadang memang berapologia seolah olah tidak berguna karena menang debat belum tentu berakhir dengan penerimaan  iman Kristen secara iklas tapi justru berakhir dengan suasana panas dan emosi. meskipun demikian dalam konteks tertentu apologia diperlukan agar orang lain mendapat penjelasan yang memadai tentang iman Kristen yang akan berguna memberikan bahan pertimbangan atau kajian bagi orang lain untuk membuat keputusan penting dalam hidupnya. mari terus belajar dengan giat agar kita mampu memberikanpertanggungan jawab iman kita. gbu  

Kamis, 20 Mei 2021

Mengenal Gerakan Zaman Baru

 Gerakan Zaman Baru berkembang sangat pesat di dunia sekarang ini, bahkan merasuk kepada semua agama dan sistem tatanan sosial manusia. apa kira-kira bahaya yang ditimbulkan oleh gerakan ini ? mari simak ulasannya


Kadang Harus Kompromi

 Kisah Para Rasul 16:1-4 (TB)  Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani.


Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium,
dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.
Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya.

Selamat pagi #strategyPI
Dalam beberapa ayat ini kita melihat bahwa Paulus berlaku tidak konsisten, bukankan dalam pasal sebelumnya (15) dalam sidang di Yerusalem, Paulus ikut bersuara tentang tidak perlunya proselite (mengadopsi tradisi Yahudi oleh orang Kristen non Yahudi) termasuk di dalamnya sunat. Tetapi mengapa Paulus menyunatkan Timotius yang jelas-jelas keturunan Yunani ? bukankah Paulus terus mengabarkan berita Injil murni tanpa menambahkan Proselite seperti halnya Petrus. Paulus rupanya ingin pekabaran Injil di Makedonia tidak terhambat oleh status Timotius yang tidak bersunat. ia berfikir dan berharap untuk sesuatu yang jauh lebih besar yaitu tersebarnya Injil secara efektif. sobat, kadang kita harus berkompromi dengan apapun kecuali dosa demi tujuan yang jauh lebih besar dalam kekristenan. kadang harus kompromi dengan tradisi dan budaya demi Injil. kabarkan injil dengan strategy yang matang. 

Rabu, 19 Mei 2021

Gospel : Simple but Perfect

 Kisah Para Rasul 15:8-11 (TB)  Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita, 

dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.
Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?
Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga."

Selamat pagi #injilsudahsempurna
Injil Yesus telah mengerjakan keselamatan yang sempurna bagi manusia sehingga tidak perlu lagi ditambahkan apapun didalamnya, namun seringkali kemudahan ini disepelekan manusia dan dianggap kurang sempurna sehingga harus menambahi dengan beban-beban yang memberatkan. manusia cenderung berfikir bahwa yang mudah itu kurang bermutu, kurang sempurna, dan kurang baik, demikian juga ketika manusia diperhadapkan pada anugerah keselamatan, sehingga harus menambahkan keruwetan, kesulitan, dan beban yang berat (proselite) agar kelihatan sempurna. sobat, inilah kesalahannya. kesempurnaan karya Kristus  harus dirusak dengan usaha manusia yang seolah-olah lebih baik padahal justru merusaknya. Injil Yesus sudah cukup, perbuatan baik dan ketaatan pada hukum Tuhan bukanlah perjuangan untuk mendapat keselamatan, melainkan buah dari keselamatan. lakukanlah sebagai wujud syukur  bukan sebagai beban.

Selasa, 18 Mei 2021

Bersembunyi Di Belakang SalibNya

 Kisah Para Rasul 14:12-15 (TB)  Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena ia yang berbicara. 

Maka datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga ke pintu gerbang kota untuk mempersembahkan korban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu.
Mendengar itu Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru:
"Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.

Selamat pagi #tersembunyidibelakangsalib
Paulus dan Barnabas menjadi pemberita Injil yang sangat militan pada abad pertama kekristenan. Namanya menjadi sangat masyur karena Tuhan juga mengaruniakan kuasa mengadakan mujizat. Paulus dan Barnabas tidak terbuai dalam euforia kabanggaan diri ketika dielu-elukan bahkan dianggap dewa oleh jemaat, malah ia mengoyakkan jubahnya sebagai tanda penyesalan dan penolakan terhadap perlakuan itu. Paulus dan Barnabas sebenarnya bisa saja memanfaatkan popularitasnya untuk memperoleh keuntungan yang sangat besar, namun mereka menolaknya. Bagi mereka berita salib itu yang terutama dan Kristus saja yang harus ditinggikan. mereka tetap tersembunyi di balik salib Kristus dan aman di sana. sobat, apakah kita  berani  memutuskan untuk memilih meneladani Paulus dan Barnabas, atau justru memanfaatkan popularitas dan mengambil keuntungan untuk diri sendiri? pilihlah.
$ Dia harus makin bertambah, kuharus makin berkurang
$nama Yesus saja disembah, ku di tempat paling blakang

Misteri Trinitas

  BAB I PENDAHULUAN   A.     Definisi Istilah Meskipun istilah "Trinitas" tidak pernah muncul di Alkitab secara eksplisi...