Tema : Pengembangan Diri
Judul : Ketetapan Hati
Nats : Keluaran 3
Tanggal :
_____________________________________________________
Pendahuluan
Alkitab menunjukkan suatu kebenaran umum bahwa orang-orang yang dipakai oleh Allah secara luar biassa dalam segala pelayananannya adalah orang yang memiliki pengenalan diri secara benar, mereka adalah orang-orang yang sangat tahu siapa dirinya sebenarnya. Ambilah misalnya Musa sebagai contoh, ketika dipanggil, Allah harus memproses Musa terlebih dahulu supaya ia memiliki gambaran diri benar, inilah kunci keberhasilan seorang hamba Tuhan
Inti Pembahasan :
Ada suatu percakapan yang cukup panjang antara Allah dengan Musa, bagi kita mungkin Musa ini adalah orang yang paling tidak tahu diri, karena berani menolak, berdebat, bahkan seolah-olah melecehkan Allah. Dari percakapan ini kita bisa mencermati bagaimana sebenarnya pribadi Musa sebelum melaksanakan tugas pelayanannya, dari kata-kata yang dia ungkapkan menunjukkan bahwa ia adalah orang minder/rendah diri/tidak percaya diri, merasa diri tidak mampu, tidak berani menghadapi kesulitan, terlalu mengasihani diri dan sebagainya. Kesimpulannya ia tidak memiliki gambaran diri yang sehat, sehingga Allah perlu memulihkannya terlebih dahulu.
Allah memprosesnya supaya ia “gnosti auton (Sokrates)” atau mengenal diri sendiri.
Rahasia utama memperoleh ketetapan hati adalah mengasihi diri secara benar, mengasihi diri tidak sama dengan Narcistic (menganggap diri superior, terlalu berlebihan melihat dirinya sendiri).Mengasihi diri adalah kesadaran bahwa diri berarti di hadapan Allah dan sesama. Orang yang mengasihi diri secara benar, menghargai dirinya, menerima dirinya, dan mengampuni dirinya sendiri dan mau mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang Tuhan telah berikan.
Ada 7 ciri orang yang mengasihi diri secara benar :
§ tidak menghina diri sendiri (Mat 25:18).
§ Memiliki harga diri yang sehat (I Kor 12: 21-26)
§ Membuka diri terhadap input, kritik dan pujian
§ Tidak takut gagal dan kesulitan
§ Mengembangkan diri secara optimal
§ Berpikir positif terhadap pengalaman hidup (Fil 4:8)
§ Tidak takut memulai dari yang kecil (Luk 12:32)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar