A. IDENTITAS BUKU :
1. Judul Buku : Desain Riset Bagi Perguruan Tinggi Teologi
2. Pengarang : Dr Yakob Tomatala
3. Penerbit : YT Leadership Foundation
4. Tahun Terbit : 2009
5. Jumlah Halaman : 126 hal
B. GARIS BESAR ISI :
Bagian awal buku memuat pendahuluan yang mana penulis berupaya membuka wawasan pembaca mengenai signifikansi dan urgensi memiliki pandangan yang terbuka dan menyeluruh, pemahaman ruang lingkup dasar penelitian, serta penentuan bentuk dan desain riset. Beberapa pokok pembahasan ini merupakan pondasi awal yang sangat berguna dalam melakukan upaya penelitian yang tepat dan akurat. Pada pembahasan selanjutnya, penulis membagi tulisanya menjadi lima bab (bagian pembahasan) yang meliputi :
Bagian pertama, yang merupakan prosedur atau langkah awal dalam pekerjaan penelitian, membahas dua pendekatan riset, yaitu pendekatan riset berdasarkan tujuan terdiri dari empat pendekatan : riset murni dan terapan, riset evaluasi, pengembangan dan reaksi. Sedangkan pendekatan kedua berdasarkan metodologinya, meliputi : riset sejarah, deskriptif, eksploratif, eksplanatif, korelasi, kausal komparatif dan eksperimen. Kedua pendekatan tersebut dapat dikerjakan melalui beberapa metode berfikir (induktif,deduktif, analitis, sintesis, maupun hermeneutic). Pada sub pokok bahasan mengenai penetapan dan perumusan masalah riset penulis mengingatkan pembaca untuk memfokuskan diri pada pusat isu penelitian bukan hanya terfokus pada fenomena namun juga berupaya menemukan noumena dan hubungan-hubungan di dalamnya. Pada pembahasan mengenai perumusan judul, buku ini memuat beberapa pertimbangan dan unsure-unsur pembentuk judul dan tulisan terakhir dalam bab ini diakhiri dengan pemberian rangkuman (konklusi).
Bagian kedua, pada bagian ini manuskrip memuat proses dasar desain riset yaitu deskripsi tentang Sembilan pokok berkaitan dengan kecakapan dasar dalam penelitian. Pembahasan bagian ini penulis menuntun para periset untuk memikirkan apa dan bagaimana memahami pertanyaan riset, melakukan pemilihan metodologi, penetapan sampling dan beberapa pertimbangan dan prosedurnya, proses menyiapkan instrument, mengumpulkan data serta prosedur dan proses analisa data, serta bagaimana membangun sebuah teori. Pada bagian selanjutnya penulis menuntun pembaca dalam merumuskan atau memformulasikan hipotesis berkaitan dengan isu-isu riset, membuat konklusi riset dan pembuatan laporan hasil riset.
Bagian ketiga merupakan bagian yang berupaya dipersempit oleh penulis karena di dalamnya berisi prosedur pembelajaran yang berlaku IFTK Jaffray , termasuk di dalamnya prosedur desain riset yang meliputi prosedur bagi program S1 sampai dengan S3.
Bagian Keempat adalah tuntunan praktis serta bagaimana membuat sebuah garis besar proposal dan karya ilmiah, yaitu proposal desain riset dan garis besar karya ilmiah lainnya.
Bagian kelima,penulis memberikan acuan terhadap proses pengutipan dan ketentuan umum dalam penulisan karya ilmiah.
Bagian terakhir buku berisi kepustakaan serta beberapa lampiran contoh praktis beberapa prosedur penulisan karya ilmiah
TANGGAPAN AFIRMASI :
1. Manuskrip ini merupakan satu-satunya penuntun desain riset yang biblika/alkitabiah di Indonesia sebab pada setiap prosedur dalam pekerjaan penelitian, penulis selalu memberikan landasan biblikanya dari Firman Tuhan. Meskipun setiap nats tidak dikupas secara mendalam baik melalui hukum hermeneutika maupun eksposisi eksegetis, namun hal ini menunjukkan bahwa setiap riset dilakukan dalam terang Firman, hal ini merupakan karakteristik teologi Injili yang secara sadar menginspirasi peneliti untuk menjauhkan diri dari upaya kecurangan dan manipulasi dalam sebuah penelitian.
2. Penulis berupaya melibatkan pembaca dalam suatu proses berfikir yang analitis dengan jalan mengajukan beberapa pertanyaan reflektif di beberapa pokok bahasan yang sangat efektif menggiring perhatian pembaca kepada setiap esensi yang hendak disampaikan.
3. Meskipun manuskrip ini secara umum sarat dengan pemahaman-pemahaman yang bersifat deskriptif atau konseptual, namun kesan praktisnya juga tidak diabaikan sehingga hal ini memudahkan bagi peneliti pemula melakukan pekerjaan penelitian. Kesan “applicable” atau praktis ini sesungguhnya berdampak pada luas jangkauan dari relevansi buku yang tidak sekedar bermanfaat bagi mahasiswa atau pembelajar maupun dosen sebagai agen pembelajaran saja, namun berguna juga bagi praktisi yang melayani di gereja, lembaga rohani, lembaga literature Kristen, dan sebagainya.
4. Metode berfikir hermeneutic (hlm.17-18) merupakan satu pokok bahasan yang sangat menarik yang disampaikan oleh penulis, menariknya bukan karena metodologi ini hanya dipakai dalam ancangan penelitian kristiani semata (meskipun sekarang sudah dipakai juga dalam penelitian umum juga), namun juga belum pernah disampaikan dalam buku lain. Meskipun Andreas B.Subagyo,Ph.D dalam bukunya Pengantar Riset Kuantitatif dan Kualitatif pernah mengulasnya (2004:118-121) tetapi hal itu hanya berkaitan dengan hermeneutic research semata. Penulis manuskrip ini menguraikan secara detail mengenai metode berfikirnya, prosedur dalam setiap langkah penelitian, dan sampai pada upaya penemuan relevansinya.
TANGGAPAN NEGASI :
1. Manuskrip ini masih memerlukan begitu banyak pembenahan mengenai ketelitian penulisan, penggunaan istilah-istilah baku, serta beberapa kesalahan pembahasan, misalnya pada hal 49 yang menjelaskan ada empat skala pengukuran yang dipakai dalam penelitian, namun dalam pembahasannya penulis justru menjabarkan lima skala.
2. Pembahasan pada bab III (hal 60-65) yang berisi mengenai prosedur desain riset yang berlaku untuk semua jenjang pendidikan memiliki skop yang spesifik yaitu di STT Jaffray saja, mengindikasikan ketidakkonsistenan antara judul manuskrip yang sangat umum dengan isinya. Meskipun pembahasan ini menjadikan manuskrip ini sangat praktis/applied, mungkin lebih baik kalau pembahasannya atau contohnya lebih bersifat umum.
3. Secara garis besar manuskrip ini telah membahas semua hal ikhwal tentang penelitian, namun ada beberapa hal penting yang seharusnya diberikan porsi pembahasan tersendiri, misalnya masalah uji validitas dan reliabilitas alat atau instrumen penelitian, uji hipotesis, dan sampel pembanding sehingga memudahkan peneliti pemula untuk berlatih melakukan penelitian secara berkualitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar