Pengembangan Diri
Judul : Pribadi Yang Menetukan Keberhasilan
Nats : Daniel 1:1-21
Tanggal :
_________________________________________________
Pendahuluan :
Dalam sepanjang sejarah perjalanan Umat Allah, ada sebuah prinsip yang bernilai kekal, yaitu bahwa Allah selalu memakai pribadi-pribadi yang matang dan memiliki integritas tinggi untuk memimpin umatNya, salah satunya adalah Daniel. Seorang tokoh PL yang integritas dan kematangan pribadinya tidak diragukan lagi. Ada beberapa hal yang kita dapat pelajari dari pribadi Daniel, yaitu
Inti Pembahasan :
1. Orientasi Internal
Artinya bahwa Daniel memperlengkapi dirinya kedalam, menempa kehidupan pribadinya sedemikian rupa sehingga menjadi seorang muda yang unggul bila dibandingkan dengan yang lainnya, apa saja keunggulannya :
1. Memiliki kualifikasi yang baik (ay 4)
Bila kita mencermati ayat 4 kita menemukan keunggulan pribadi Daniel yang dijelaskan :
· Tidak ada suatu cela
· Berperawakan baik
· Memahami berbagai hikmat
· Berpengetahuan banyak
· Berpengertian tentang ilmu
Dari begitu banyak kualifikasi tersebut narator mengungkapkan dan menyimpulkannya dengan “cakap berkerja”. Kesemuanya itu bukanlah pembawaan sejak lahir, atau Tuhan telah merancang Daniel secara khusus sebagai pribadi yang sempurna tanpa cacat, lahir langsung dengan pengetahuan yang begitu banyak, dan berpengertian begitu sempurna. Melainkan sebagai suatu proses dan hasil dari sebuah kerja keras Daniel dalam membentuk fisik, intelektualitas, mentalitas dan spiritualitasnya sehingga menjadi peribadi yang unggul. Kualifikasi itu bersifat sebuah pilihan yang menyangkut physic dan mentality. Daniel telah memilih sebuah pilihan yang sangat tepat.
2. Komitmen Terhadap diri sendiri (ay 8)
Dan bukan hanya melatih diri sedemikian keras, belajar sedemikian rajin, berlatih sedemikian giat. Tapi Daniel juga melengkapinya dengan sebuah komitmen yang kokoh terhadap dirinya sendiri untuk “berketetapan” tidak dipengaruhi oleh enviroment influence. Komitment ini mes Meskipunpun dibuat untuk dirinya sendiri, namun juga memiliki kaitan dengan komitmentnya
kepada Allah. Inilah hal yang paling sulit dilakukan oleh orang-orang muda seperti Daniel. Lingkungan yang menjanjikan segala kenikmatan dan kenyamanan dunia seringkali menjatuhkan kokohnya komitment seorang muda, Daniel ditempa dengan sebuah pola hidup yang lux , namun Daniel beda dengan yang lain, ia mampu menundukkan keinginan nafsu orang muda kepada sebuah ketetapan hati untuk mencapai suatu kesuksesan. Apa yang mendasari Daniel berketetapan demikian yang jelas pertama adalah pola hidup yang ditawarkan oleh Kerajaan Babel tidak sejalan dengan hukum Musa, dan yang kedua adalah keinginannya untuk hid dengan sederhana.
2. Orientasi Eksternal
Daniel tidak menjadi pribadi yang egois dan naif dengan keberhasilannya, melainkan mengejawantahkan segala potensi yang ada di dalam dirinya itu kepada orang lain, memberkati lebih banyak orang, oleh karenanya Allah semakin menambah-nambahkan berkatNya atas Daniel (ayat 17) artinya Allah semakin mempertajam segala potensi yang ada, bahkan Allah menambahkan bonus yaitu pengertian tentang penglihatan dan kemampuan menafsirkan mimpi.
Ada suatu pertanyaan yang mengelitik dalam benak saya, mengapa Daniel harus mengejawantahakan kemampuannya untuk bekerja kepada raja, bukan kepada masyarakat. Ruapanya konsep dalam sosiologis bahwa raja adalah pusat dari sebuah kebijakan publik yang berdampak secara luas kepada masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar